Rei dan Perayaan

Cuaca sore itu cerah. Banyak awan putih berarak di atas sana. Angin pun meniupi satu-satu kumpulan buket bunga kecil dengan lembut. Langit terlihat damai.

Masih jam tiga sore. Masih banyak burung camar yang bersenang-senang di atas sana. Terkadang terbang menembus awan.

"Hei jangan sampai kalian buang kotoran sembarangan ya" teriakku sambil mengawasi para burung camar.

Rerumputan hijau terhampar bersebelahan dengan rumah kecil bercat putih. Terlihat segar. Sedikit iri dengan kucing dan anjing peliharaan yang sedang berlari riang di atas rumput. Kaki telanjang mereka menyentuh rumput hijau dengan intimnya. Apa lebih baik saya lepas saja sandal cantik ini supaya bisa bersenang-senang dengan mereka?

Dan hari ini rumah kecil bercat putih itu terlihat hidup. Beberapa pria bergaya perlente sengaja berdandan seragam. Kemeja putih, celana panjang khaki, sepatu kulit pantofel warna putih, suspender coklat yang menggantung pas di bahu, dan tak lupa topi fedora bertengger di kepala. Terlihat tampan.

Sementara para wanita bergaya serupa tapi tak sama. Mengenakan dress atau kebaya berwarna khaki dengan macam-macam model. Dari yang dress manis selutut sampai kebaya seksi yang menunjukkan cleavage malu-malu. Rambut mereka ada yang terurai dan ada yang tersanggul manis di kepala. Mereka semua menikmati pemandangan sore itu sambil berbincang santai. Ditemani kicauan camar, deburan ombak, dan desiran angin di pantai.

Di dekat pantai ada gazebo kecil dari kayu. Berhiaskan bunga aneka warna dan beberapa kain draperi putih yang menjulur dari atap sampai ke tanah. Sesekali kain draperi itu melayang ringan tertiup angin. Di tengah gazebo terhampar permadani kecil berwarna merah. Menggoda setiap orang yang lewat di dekatnya untuk duduk-duduk disitu.

Beberapa kursi putih sudah berjajar rapi menghadap gazebo. Meja makan juga sudah dipenuhi dengan berbagai macam hidangan. Makanan besar seperti daging dan sayuran, termasuk kue kecil yang berwarna-warni cantik dan setup buah pun turut memeriahkan meja hidangan. Terkadang pelayan berjas hitam lalu-lalang menawarkan nampan berisikan gelas wine. Para kerabat pun mulai banyak berdatangan.

Di sudut taman terdengar petikan gitar. Sang penyanyi duduk di atas bangku kayu sambil melantunkan lagu ‘See you soon’ dengan merdu. Beberapa tamu menggoyangkan badan ke kiri dan ke kanan tanpa sadar. Ikut bergumam menyanyikan lagu.

Tak berapa lama terdengar pengumuman dari salah satu pria perlente. Katanya kedua mempelai akan berjalan ke gazebo yang cantik untuk akad nikah sore itu.

"Rei, ayo masuk. Sudah ditunggu Bunda loh", ujar pria perlente yang sebelumnya memberikan pengumuman.

Seketika senyum mengembang di wajah. Sudah saatnya kembali ke ruang rias. Supaya bisa melihat si dia mengenakan kebaya putih yang anggun itu :)

*terinspirasi dari curhatan si nona kecil bermata bulat besar bak tweety yang sedang stress menyiapkan pesta pernikahannya. semoga lancar ya :)

(11 plays)

Posted 2 years ago with 2 notes
Tags: semacam cerita dungu  celoteh musik  
View Notes
  1. celotehcomel posted this