Hari ini sudah tiga bulan. Kontemplasi diri selama setahun di 2011 yang seharusnya ada di akhir tahun, belum juga komplit dilakukan. Resolusi 2012 pun juga belum ditulis. 

Dan setelah mood-swing yang berlebihan selama beberapa bulan terakhir ini membuat saya sadar. Sedikit. Bahwa saya belum membuat resolusi. Ini yang bikin uring-uringan. Mari salahkan si resolusi yang belum dibuat hehehe.

Oke karena tahun ini banyak rencana besar menunggu, maka harus dibuat listnya. Semoga semua terlaksana. Amin!

  1. Jadi ikan di Raja Ampat. Ayolah cuma ikan-ikan yang beruntung yang bisa berenang sampai Raja Ampat.
  2. Ambil S2. Hukum? bukan. Asuransi? mungkin. Marcom? hohoho itu juga boleh. Harus bisa melebihi Mr. Leo yang senang belajar itu.
  3. Ambil les lagi. Dance, bahasa inggris, dan dance lagi! Kalo bisa nabung buat ke Raja Ampat, masa pelitnya minta ampun sih buat menyisihkan tabungan sebagian untuk ambil les lagi?
  4. Menikah? Emh ini harusnya di urutan terakhir. oke nanti kita ulang lg di list terakhir ya.
  5. Harus bisa mengatur pengeluaran perbulan jadi hanya sebesar UMR. Bisa? Harus dong ya. Koro aja bisa. Sisanya? Ditabung dong :D
  6. Bakar kartu kredit! Kubur dalam-dalam di halaman depan rumah!
  7. Rajin olahraga, minimal seminggu sekali. Biar sehat.
  8. Kurangi rokok. Udah umur segini harus sayang ama badan ya wulan :)
  9. Belajar masak. Biar ga ngabisin duit buat jajan-jajan enak terus diluar.
  10. Rajin solat. Jangan susah cari laki deh yang bisa ngasi contoh buat solat. Kenapa ga mulai dari diri sendiri? Toh solat baik untuk kesehatan jiwa, meditasi gaya Islam.
  11. Mulai bisnis jalan-jalan. Yuk ah….beralih profesi di dunia jalan-jalan. Akhir tahun berani ga? :D
  12. Berpikir positif, tetap semangat, dan rajin senyum terus ya wuls! Jangan takut dikira orang gila! Cuma orang suka cemberut yang jauh dari rejeki dan kebahagiaan :D
  13. Menikah. Ohno….sebentar lagi dan saya masih pengen kabur, takut jadi istri seekor Panda. Takut ga bisa ngurus pasangan, takut ga bisa jaga komitmen, takut bosen, takut kehilangan kebebasan, dan sedikit takut ama hubungan itu sendiri. Tapi seneng bisa tatoan *ehh
  14. Ohiya…satu lagi. TATTOO!  

Banyak rencana, banyak ketakutan, tapi juga banyak harapan. Kalau tahun lalu sudah bisa menyulap beberapa impian menjadi kenyataan, kenapa tahun ini ga bisa? Harus dong ya.

Ayo berusaha jadi magician yang bisa menyulap beberapa…bukan, bahkan semua impian jadi kenyataan ya wuls! :)

Di sore terakhir di tahun 2011, di tengah kepadatan antara pekerjaan dengan presentasi oke (banget) oleh si om genit, saya sempatkan menghisap sebatang A. Sambil sesekali gemetar menahan dinginnya angin yang membawa hawa mendung dari langit. Maklum, itu karena baju tipis bunga-bunga yang saya kenakan kurang ampuh untuk jadi tameng. Mengingat itu lebih cocok dikenakan ketika musim panas.

Menghisap A sekali, menahan batuk sekali, dan akhirnya meler sekali. Mau flu? Mungkin karena udara yang memang dingin. Mungkin karena stamina badan sedang menurun. Mungkin kurang istirahat. Atau mungkin kurang asupan sinar matahari?

Alasan terakhir sih yang mendekati. Kangen liburan dan pantai nampaknya. Kangen berkeringat hebat, mandi hanya sehari sekali, kulit perih terbakar sinar matahari dan akhirnya segar kembali ketika nyebur di laut. Kangen melihat pemandangan biru atas bawah, langit dan laut. Dan kangen bercanda tanpa juntrungan sambil menikmati pop mie di atas geladak kapal.

Mengingat rasa kangen itu, resolusi 2012 harusnya bukan hanya di sisi pengunjung. Mengisi waktu luang dalam hidupnya dengan jalan-jalan. Menikmati pemandangan dan pengalaman indah dengan merogoh kantong yang biayanya pun lumayan bikin ga rela. Tahun 2012 insyallah juga harus bisa menghasilkan uang dari kegiatan seperti diatas. Hobi dijadikan uang?

Coba yuk :)

Hei Nona Kecil,

Sudah lama saya tidak melihat senyum manis di wajahmu

Setelah beberapa bulan setelah ujianmu

Ujian di sekolah maupun di hidupmu

Hei Nona Kecil,

Pasti masih terasa ya sakit di hatimu

Pedih dan nyeri jika mengingat mas gemomu

Apalagi ketika menyadari rasa sayangmu yang masih menggebu

Hei Nona Kecil,

Coba diingat lagi dengan kepala kecilmu 

Masih banyak orang yang sayang padamu

Teman-temanmu, keluargamu, termasuk aku, kakakmu

Hei Nona Kecil,

Pembalasan terbaik cuma satu

Perlihatkan padanya kalau kamu bisa bahagia dan maju

Tanpa dirinya yang cuma seorang pria dungu 

Cilandak. Menikmati mendung bersama Stina Nordenstam.

"Srek…srek…srek…" bunyi cemilan sedang dibuka Ayah.

Ayah saya memang suka ngemil, apalagi di jam 7-9 malam. Duduk santai di sofa depan tv. Angkat satu kaki merapat ke perutnya yang gembul, sementara yang lain dibiarkan terjulur ke lantai. Tangan sibuk memencet tombol remote tv, mencari acara tv yang menarik. Tetapi lagi-lagi pilihannya jatuh kepada Natgeo Wild. Menonton adegan macan yang berlari riang di savana. Oya, pernah satu hari saya bertanya ke Ayah, kenapa sih gemar sekali menonton binatang. Jawabannya simpel, binatang lebih tulus dalam setiap gerak-geriknya. Lebih enak dilihat daripada manusia yang banyak hidden agenda. Saya terdiam..

Malam ini seperti malam biasanya. Tapi kali ini Ayah saya menonton film horor di cinemax. Lagi keranjingan nonton fim horor rupanya. Mungkin dari situ pula yang membuat saya gemar menonton film horor. Dan saya pun duduk di sebelahnya. Tidak persis di sebelahnya, hanya bersebelahan sofa saja. Sambil sesekali melirik Ayah yang serius menekuni film horor itu. Terkadang terlihat dia ingin mengupil, tapi menyadari saya disebelahnya, akhirnya mengurungkan niatnya. Hihihi kasihan melihatnya.

Jarum jam bergerak makin ke atas. Menoleh terlalu sering ke arah jam membuat saya hafal akan tiap detiknya dia harus bergerak. Dan saya masih saja ikut menonton film horor bersama Ayah. Sesekali mengomentari film horor yang kami tonton. Mulut saya seakan-akan fungsinya cuma itu, mengomentari film. Bukan untuk yang lain. Menyampaikan berita penting yang perlu saya sampaikan ke beliau.

"Ayah, Wulan mau resign. Wulan sudah apply dan interview ke perusahaan lain. Dan ternyata Wulan diterima disana. Boleh ya, Yah?"

Sayang Ayah selalu.

*lagi ingin menulisnya dengan panggilan Ayah. Biasanya juga memanggilnya dengan sebutan Papa. Dan semoga Papa tetap sehat setelah mendengar berita ini. Duh, khawatir.

Angka kembar mengingatkan saya pada seorang teman. Ingatan itu begitu kuat, bahkan sampai ke detail pembicaraan dan tulisan dia akan angka kembar.

Diawali dari seringnya melihat tweet dia yang berisikan angka kembar pada jam. Dalam sehari pasti selalu ada. Itupun di waktu yang tak terduga. Tak tahan menahan rasa penasaran yang berbisik setiap saat, akhirnya saya menanyakan alasannya men-tweet angka kembar itu. Jawabannya simpel, matanya kebetulan berpapasan dengan angka kembar setiap dia menoleh ke jam digital di layar komputer, bb, dll. Random.

Bukan hal yang masuk akal buat saya. Bagaimana mungkin, saya yang setiap hari melihat jam saja tidak pernah berpapasan dengan angka kembar. Waktu itu…

Apakah orang yang selalu melihat angka kembar diberkahi? Apakah orang-orang tersebut terpilih untuk senantiasa memilih angka kembar? Atau apakah angka kembar itu adalah pertanda? Ah saya bukan termasuk orang yang percaya takhayul. Saya saja tidak percaya adanya setan, walaupun saya suka sekali nonton film horor. Berbanding terbalik ya hehehe.

Dan akhirnya suatu saat teman saya berhenti menuliskan tweet angka kembar. Sampai sekarang. Apakah dia sudah berhenti melihat angka kembar pada jam? Sedikit rindu dengan tweetnya berisikan angka kembar.

Hampir setahun setelah berhentinya tweet angka kembar itu, saya mengalaminya. Melihat angka kembar setiap menoleh ke jam digital. Tertular? Bukan. Alasan yang mendekati kebenaran sepertinya karena saya terlalu sering menoleh ke jam. Terlalu sering menoleh ke layar laptop. Dan terlalu sering menoleh ke layar handpone.

Angka kembar dialami orang-orang yang menunggu sesuatu. Merindu kenangan. Menatap ke belakang. Itu jawabannya.

*terinspirasi perempuan sore

Tanggal 13 Oktober lalu dunia dikagetkan dengan rekaman CCTV yang tersebar luas di internet. Rekaman itu menggambarkan tabrak lari yang dialami seorang balita berumur 2 tahun bernama Yue Yue. Balita lugu itu terlindas dua kali oleh mobil van tanpa ampun. 

Yang membuat kaget bukan kepalang adalah 18 orang yang kebetulan melewati tempat kejadian hanya menoleh tanpa memberi pertolongan sekalipun kepada balita yang sedang meregang nyawanya itu. Apa yang membuat mereka bisa tega seperti itu? 

Coba kita tilik lagi peristiwa yang terjadi di Nanjing baru-baru ini. Di tahun 2006 terdapat kasus yang terkenal dengan putusan sidang pengadilannya. Putusan itu  berbunyi bahwa hanya orang yang merasa bersalah yang membantu korban yang terluka.

Tersebutlah seorang pemuda bernama Peng Yu yang membantu seorang wanita tua yang terjatuh. Dia membawa wanita tersebut ke RS. Sesampainya disana dia malah dituduh memukul jatuh wanita tersebut, dan akhirnya kasus ini dibawa ke meja pengadilan. Tentunya kasus ini dimenangkan oleh wanita tua tersebut. Malang bagi nasib sang penolong. Peng Yu dikenai denda membayar biaya pengobatan sesuai dengan tuntutan keluarga wanita tersebut.

Bukan hanya kasus diatas, tetapi beberapa kali kasus pemerasan dan tuduhan salah alamat telah menimpa sang penolong pinggir jalan di negara Cina. Ini bukan masalah ideologi yang dianut sebuah negara, tetapi masalah sistem. Birokrasi hukum yang terlalu rumit menyebabkan ketidakpedulian akan sesama. Memaksa rakyatnya menutup mata apabila melihat korban kecelakaan yang butuh pertolongan di pinggir jalan.

Dan di hari ini balita mungil bernama Yue Yue itu menutup matanya. Adios Yue Yue. Semoga Cina adalah tempat terakhir yang terpikir oleh Tuhan jika memutuskan mengembalikanmu ke dunia ini.

Yue Yue sesaat sebelum tabrak lari

*maaf saya tidak mengunggah video Yue Yue, terlalu tragis untuk diletakkan di celotehcomel ini :(

Me : “Eh tau ngga, perutku mulai rata loh”, dengan nada riang. P : “Loh kamu ga makan-makan?” Me : “Engga, biar kurus. Sekurus dompetku”, tertunduk lemas. Ga tau apa kalo gw lagi dalam program diet dompet. Demi Raja Ampat yang mata duitan itu. Sampeyan saking cantiknya tapi kok ya morotin dompet tho? *urut dada ke atas*

Bicara masalah make-up, setahun yang lalu hal itu merupakan hal yang asing bagi saya. Waduh pokoknya jangan pernah ngomongin soal make-up deh. Apalagi sampai alat-alatnya. Melihat palet eye shadow aja bisa pusing dibuatnya.

Diawali oleh kebiasaan adik saya, Difa, yang suka nonton setiap video tutorial apa saja (tekankan pada kata apa saja, karena pilihan dia benar-benar random). Sehingga suatu hari dia memaksa saya untuk ikut menonton video tutorial Michelle Phan. “Cih…make-up doang” pikir saya waktu itu. Ditambah dengan kekonyolan si Michelle Phan untuk beberapa video tutorialnya yang menggelikan. Bagaimana tidak, di salah satu video dia sukses meniru dandanan Lady Gaga yang membuat matanya 3 kali lipat terlihat besar seperti boneka gagal hahaha.

Tapi entah kenapa dari sekali menonton, jadi dua kali, dan akhirnya berkali-kali menontonnya. Jangan ditanya, hampir semua youtube dari dia sudah saya tonton. Bukan hanya itu, saya pun ikut coba-coba mempraktekan tutorial dia. Ada apa ini? 

Awalnya saya malu mengakuinya. Sejak rajin menonton video itu akhirnya membuat saya membeli palet eye-shadow pertama dalam hidup saya. Lalu ditambah membeli brush untuk bedak, dilanjutkan vitamin c spray, dan lain-lain. Selain itu dengan mudahnya saya mengiyakan ajakan untuk mengikuti beauty class dari Body Shop hari minggu lalu. Ohnooo….saya terkontaminasi virus Michelle Phan!

Tunggu dulu, jangan tuduh saya jadi wanita centil yang suka berdandan. Salahkan Michelle Phan! Karena dia bisa mengemas video tutorial make-up menjadi lebih menarik. Selain gampang diikuti oleh para newbie seperti saya, juga gerak tubuh dan pilihan kata yang dibawakan oleh Michelle Phan membuat saya betah menonton videonya. Tak hanya itu video tutorial itu terkadang dikemas menjadi seperti video klip, tentunya dengan alunan musik sebagai soundtrack yang tak kalah bagusnya. Ditambah dengan kekonyolan dia yang menghibur, yang di sisi lain membuat saya kagum hahaha. Mungkin ini namanya witing tresno jalaran soko kulino ya :D

Karena banyak hal di atas, bagaimana saya bisa menolak godaan itu? Nanti pulang ngantor mau coba-coba lagi ah :p